Cara Penggunaan Tanda Baca Titik Dua (: ), Tanda Koma (,), dan Tanda Titk Koma (;)


Melanjutkan artikel tentang Cara Menggunakan Huruf Kapital/Huruf Besar dalam kalimat bahasa Indonesia, berikut ini kami juga berikan panduan tata cara penggunaan tanda baca, yaitu Tanda Titik Dua (: ), Tanda Koma (,), dan Tanda Titk Koma (;)


Cara Penggunaan Tanda Baca
Cara Penggunaan Tanda Baca

A. Penggunaan Tanda Titik Dua (: )

Tanda titik dua (: ) dipakai pada

1. akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian. Musalnya:
Sekolah itu memiliki dua jurusan : Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

2. sesudah kata atau unkapan yang memerlukan pemerian.
Ketua : Suherman
Sekretaris : Rahmad Kartika

Yang bertanda tangan di bawah ini
nama : Jumirah
NIP : 510 151 006
pangkat, golongan : Penata, III c
jabatan : Kepala Sekolah
dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya….

3. Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku.
Toni : “Baik Bu!”
Ika : “Ke mana kita seharusnya ?”

4. Antara jilid atau nomor dan halaman, antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.
Surat Al Baqoroh : 9
Pendidikan Remaja: Studi Kasus di Kabupaten Lamongan

Tanda koma dipakai dalam dua belas tempat. Berikut ini aturannya.
1. Di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

2. Untuk memisahkan kalimat setara yang berurutan, yang didahului oleh kata seperti tetapi, dan melainkan
Contoh: Saya ingin pergi, tetapi ia tidak ada..

3. Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat mendahului induk kalimat; bila anak kalimat mengikutiinduk kalimat tidak dipakai tanda koma.
Contoh : Kalau hujan, dia tidak pergi.

4. Di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, antara lain:
oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, dan akan tetapi.
Contoh : Jadi, hal itu tidak semudah yang kita bayangkan.

5. Di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, dan kasihan yang terdapat pada awal kalimat.
Misalnya: Wah, bagus itu!

6. Memisahkan petikan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Misalnya: Ahmad berkata, “Saya sangat bergembira.”

7. Di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat, dan tanggal, nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Misalnya:
Jalan Hasanuddin 4, Lamongan
Surat ini mohon dikirimkan kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, SMA N Lamongan, Jalan Veteran 120, Lamongan.

8. Menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Misalnya: Keraf, Gorys. 1999. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramediawidya Sarana.

9. Di antara tempat penerbitan, nama dan tahun penerbitan.
Misalnya: Surabaya, Media Gama, 2007

10. Di antara nama orang dan gelar gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama keluarga atau marga.
Contohnya : Baharuddin, M.Pd

11. Di muka angka persepuluhan dan di antara rupiah dan sen dalam bilangan.
Misalnya:
Rp 120,45
178, 37 meter

12. Untuk mengapit keterangan tambahan dan aposisi.
Misalnya: Bapak saya, Pak Nur Hadi, rajin membaca.

Ada dua hal yang harus anda perhatikan dalam penggunaan tanda titik koma.
1. Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Malam makin larut; kami belum tidur juga.

2. Memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Ibu bekerja di dapur; ayah masih sibuk dengan pekerjaanya menulis; saya sendiri belum tamat membaca novel Ayat-ayat Cinta.





Ditulis Oleh : Penilai Artikel Hari: 12.23 Kategori:

0 comments: