PROSES PEMBENTUKAN ISTILAH


II.1Konsep Ilmu Pengetahuan dan Peristilahannya
Upaya kecendikiaan ilmuan (scientist) dan pandit (scholar) telah dan terus menghasilkan konsep ilmiah, yang pengungkapannya dituangkan dalam perangkat peristilahan. Ada istilah yang sudah mapan dan ada pula istilah yang masih perlu diciptakan. Konsep ilmiah yang sudah dihasilkan ilmuwan dan pandit Indonesia dengan sendirinya mempunyai istilah yang mapan. Akan tetapi, sebagian besar konsep ilmu pengetahuan modern yang dipelajari, digunakan, dan dikembangkan oleh pelaku ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia datang dari luar negeri dan sudah dilambangkan dengan istilah bahasa asing. Di samping itu, ada kemungkinan bahwa kegiatan ilmuwan dan pandit Indonesia akan mencetuskan konsep ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang sama sekali baru sehingga akan diperlukan penciptaan istilah baru.

II.2Bahan Baku Istilah Indonesia
Tidak ada satu bahasa pun yang sudah memiliki kosakata yang lengkap dan tidak memerlukan ungkapan untuk gagasan, temuan, atau rekacipya yang baru. bahasa Inggris yang kini dianggap bahasa internasional utama, misalnya, pernah menyerap kata dan ungkapan dari bahasa Yunani, Latin, Prancis, dan bahasa lain, yang jumlahnya hampir tiga perlima dari seluruh kosakatanya. Sejalan dengan itu, bahan istilah Indonesia diambil dari berbagai sumber, terutama dari tiga golongan bahasa yang penting, yakni (1) bahasa Indonesia, termasuk unsur serapannya, dan bahasa Melayu, (2) bahasa Nusantara yang serumpun, termasuk bahasa Jawa Kuno, dan (3) bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Istilah yang mengungkapkan konsep hasil galian ilmuwan dan pandit Indonesia, seperti bhinneka tunggal ika, batik, banjar, sawer, gunungan, dan pamor, telah lama diterima secara luas sehingga dapat dimantapkan dan hasilnya dikodifikasi.

II.4 Pemadanan Istilah
Pemadanan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia, dan jika perlu ke salah satu bahasa serumpun, dilakukan lewat penerjemahan, penyerapan, atau gabungan penerjemahan dan penyerapan. Demi keseragaman, sumber rujukan yang diutamakan ialah istilah Inggris yang pemakaiannya bersifat internasional karena sudah dilazimkan oleh para ahli dalam bidangnya.
Penulisan istilah serapan itu dilakukan dengan atau tanpa penyesuaian ejaannya berdasarkan kaidah fonotaktik, yakni hubungan urutan bunyi yang diizinkan dalam bahasa Indonesia.

II.4.1 Penerjemahan
II.4.1.1 Penerjemahan Langsung
Istilah Indonesia dapat dibentuk lewat penerjemahan berdasarkan kesesuaian makna tetapi bentuknya tidak sepadan.
Misalnya:
Supermarket = pasar swalayan
Merger = gabungan usaha
Penerjemahan dapat pula dilakukan berdasarkan kesesuaian bentuk dan makna.
Misalnya:
Bonded zone = kawasan berikat
Skyscraper = pencakar langit
Penerjemahan istilah asing memiliki beberapa keuntungan. Selain memperkaya kosakata Indonesia dengan sinonim, istilah terjemahan juga meningkatkan daya ungkap bahasa Indonesia. Jika timbul kesulitan dalam penyerapan istilah asing yang bercorak Anglo-Sakson karena perbedaan antara lafal dan ejaannya, penerjemahan merupakan jalan keluar terbaik. Dalam pembentukan istilah lewat penerjemahan perlu diperhatikan pedoman berikut.
a. Penerjemahan tidak harus berasas satu kata diterjemahkan dengan satu kata.
Misalnya :
Psychologist = ahli psikologi
Medical practitioner = dokter
b. Istilah asing dalam bentuk positif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk positif, sedangkan istilah dalam bentuk negatif diterjemahkan ke dalam istilah Indonesia bentuk negatif pula.
Misalnya :
Bound form = bentuk terikat (bukan bentuk tak bebas)
Illiterate = niraksara
Inorganic = takorganik
c. Kelas kata istilah asing dalam penerjemahan sedapat-dapatnya dipertahankan pada istilah terjemahannya.
Misalnya :
Merger (nomina) = gabung usaha (nomina)
Transparent (adjektiva) = bening (adjektiva)
(to) filter (verba) = menapis (verba)
d. Dalam penerjemahan istilah asing dengan bentuk plural, pemarkah kejamakannya ditanggalkan pada istilah Indonesia.
Misalnya :
Alumni lulusan
Master of ceremonies      pengatur acara
Charge d’affaires   kuasa usaha

II.4.1.2Penerjemahan dengan Perekaan
Adakalanya upaya pemadanan istilah asing perlu dilakukan dengan menciptakan isti-lahbaru. Istilah factoring, misalnya, sulit diterjemahkan atau diserap secara utuh. Dalam khazanah kosakata bahasa Indonesia/Melayu terdapat bentuk anjak dan piutang yang menggambarkan pengalihan hak menagih utang. Lalu, direka istilah anjak piu-tang sebagai padanan istilah factoring. Begitu pula pemadanan catering menjadi jasa boga dan invention menjadi rekacipta diperoleh lewat perekaan.

2.4.2 Penyerapan
2.4.2.1 Penyerapan Istilah
Penyerapan istilah asing untuk menjadi istilah Indonesia dilakukan berdasarkan hal-hal berikut.
a. Istilah asing yang akan diserap meningkatkan ketersalinan bahasa asing dan bahasa Indonesia secara timbal balik (intertranslatability) mengingat keperluan masa depan.
b. Istilah asing yang akan diserap mempermudah pemahaman teks asing oleh pembaca Indonesia karena dikenal lebih dahulu.
c. Istilah asing yang akan diserap lebih ringkas jika dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya.
d. Istilah asing yang akan diserap mempermudah kesepakatan antarpakar jika padanan terjemahannya terlalu banyak sinonimnya.
e. Istilah asing yang akan diserap lebih cocok dan tepat karena tidak mengandung konotasi buruk.

Proses penyerapan istilah asing, dengan mengutamakan bentuk visualnya, dilakukan dengan
cara yang berikut.
a. Penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal
Misalnya :
Camera ……           kamera
Microphone…..       mikrofon
System                  sistem
b. Penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal
Misalnya :
Design         desain
File              fail
Science        sains
c. Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan, tetapi dengan penyesuaian lafal
Misalnya :
Bias             bias
Nasal           nasal
Radar          (radio detecting radar
and ranging)
d. Penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal
1) Penyerapan istilah asing tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika ejaan dan lafal istilah asing itu tidak berubah dalam banyak bahasa modern, istilah itu dicetak dengan huruf miring.
Misalnya :
Allegro moderato divide et impera
Aufklarung dulce et utile
Status quo in vitro
Esprit de corps vis-à-vis
2) Penyerapan istilah tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan jika istilah itu juga dipakai secara luas dalam kosakata umum, istilah itu tidak ditulis dengan huruf miring (dicetak dengan huruf tegak).
Misalnya :
Golf             golf
Internet       internet
Lift              lift
Orbit            orbit
Sonar          (sound navigation and ranging) suara

2.4.2.2 Penyerapan Afiks dan Bentuk Terikat Istilah Asing
a. Penyesuaian Ejaan Prefiks dan Bentuk Terikat
Prefiks asing yang bersumber pada bahasa Indo-Eropa dapat dipertimbangkan pemakaiannya di dalam peristilahan Indonesia setelah disesuaikan ejaannya. Prefiks asing itu, antara lain, ialah sebagai berikut.
a-, ab-, abs- (‘dari’, ‘menyimpang dari’, ‘menjauhkan dari’) tetap a-, ab-, absamoral
amoral
abnormal abnormal
abstract abstrak

a-, an- ‘tidak, bukan, tanpa’ tetap a-, ananemia
anemia
aphasia afasia
aneurysm aneurisme

ad-, ac- ‘ke’, ‘berdekatan dengan’, ‘melekat pada’, menjadi ad-, akadhesion
adhesi
acculturation akulturasi

am-, amb- ‘sekeliling’, ‘keduanya’ tetap am-, ambambivalence
ambivalensi
amputation amputasi

ana-, an- ‘ke atas’, ‘ke belakang’, ‘terbalik’ tetap ana-, ananabolism
anabolisme
anatropous anatrop

ante- ‘sebelum’, ‘depan’ tetap anteantediluvian
antediluvian
anterior anterior

anti-, ant- ‘bertentangan dengan’ tetap anti-, antanticatalyst
antikatalis
anticlinal antiklinal
antacid antacid

apo- ‘lepas, terpisah’, ‘berhubungan dengan’ tetap apoapochromatic
apokromatik
apomorphine apomorfin

aut-, auto- ‘sendiri’,’bertindak sendiri’ tetap aut-, autoautarky
autarki
autostrada autostrada

bi- ‘pada kedua sisi’, ‘dua’ tetap bibiconvex
bikonveks
bisexual biseksual

cata- ‘bawah’, ‘sesuai dengan’ menjadi katacataclysm
kataklisme
catalyst katalis

co-, com-, con- ‘dengan’, ‘bersama-sama’, ‘berhubungan dengan’ menjadi ko-, kom-, koncoordination
koordinasi
commission komisi
concentrate konsentrat

contra- ‘menentang’, ‘berlawanan’ menjadi kontracontradiction
kontradiksi
contraindication kontraindikasi

de- ‘memindahkan’, ‘mengurangi’ tetap dedehydration
dehidrasi
devaluation devaluasi

di- ‘dua kali’, ‘mengandung dua…’ tetap didichloride
diklorida
dichromatic dikromatik

dia- ‘melalui’, ‘melintas’ tetap diadiagonal
diagonal
diapositive diapositif

dis- ‘ketiadaan’, ‘tidak’ tetap disdisequilibrium
disekuilibrium
disharmony disharmoni

eco- ‘lingkungan’ menjadi ekoecology
ekologi
ecospecies ekospesies

em-, en- ‘dalam’, ‘di dalam’ tetap em-, enempathy
empati
encenphalitis ensenfalitis

endo- ‘di dalam’ tetap endoendoskeleton
endoskeleton
endothermal endotermal

epi- ‘di atas’, ‘sesudah’ tetap epiepigone
epigon
epiphyte epifit

ex- ‘sebelah luar’ menjadi eksexclave
eksklave
exclusive eksklusif

exo-, ex- ‘sebelah luar’, ‘mengeluarkan’ menjadi ekso-, eksexoergic
eksoergik
exogamy eksogami

extra- ‘di luar’ menjadi ekstraextradition
ekstradisi
extraterrestrial ekstraterestrial

hemi- ‘separuh’, ‘setengah’ tetap hemihemihedral
hemihedral
hemisphere hemisfer

hemo- ‘darah’ tetap hemohemoglobin
hemoglobin
hemolysis hemolisis

hepta- ‘tujuh’, ‘mengandung tujuh…’ tetap heptaheptameter
heptameter
heptarchy heptarki

hetero- ‘lain’, ‘berada’ tetap heteroheterodox
heterodoks
heterophyllous heterofil

hexa- ‘enam’, ‘mengandung enam…’ menjadi heksahexachloride
heksaklorida
hexagon heksagon

hyper- ‘di atas’, ‘lewat’, ‘super’ menjadi hiperhyperemia
hiperemia
hypersensitive hipersensitif

hypo- ‘bawah’, ‘di bawah’ menjadi hipohipoblast
hipoblas
hypochondria hipokondria

im-, in-, il- ‘tidak’, ‘di dalam’, ‘ke dalam’ tetap im-, in-, ilimmigration
imigrasi
induction induksi
illegal illegal

infra- ‘bawah’, ‘di bawah’, ‘di dalam’ tetap infrainfrasonic
infrasonik
infraspecific infraspesifik

inter- ‘antara’, ‘saling’ tetap interinterference
interferensi
international internasional

intra- ‘di dalam’, ‘di antara’ tetap intraintradermal
intradermal
intracell intrasel

intro- ‘dalam’, ‘ke dalam’ tetap intro
introjections introjeksi
introvert introvert

iso- ‘sama’ tetap isoisoagglutinin
isoaglutinin
isoenzyme isoenzim

meta- ‘sesudah’, ‘berubah’, ‘perubahan’ tetap metametamorphosis
metamorfosis
metanephros metanefros

mono- ‘tunggal’, ‘mengandung satu’ tetap monomonodrama
monodrama
monoxide monoksida

pan-, pant/panto- ‘semua’, ‘keseluruhan’ tetap pan-, pant-, pantopanacea
panasea
pantisocracy pantisokrasi
pantograph pantograph

para- ‘di samping’, ‘erat berhubungan dengan’, ‘hampir’ tetap paraparaldehyde
paraldehida
parathyroid paratiroid

penta- ‘lima’, ‘mengandung lima’ tetap pentapentahedron
pentahedron
pentane pentane

peri- ‘sekeliling’, ‘dekat’, ‘melingkupi’ tetap periperihelion
perihelion
perineurium perineurium

poly- ‘banyak’, ‘berkelebihan’ menjadi polipolyglotism
poliglotisme
polyphagia polifagia

pre- ‘sebelum’, ‘sebelumnya’, ‘di muka’ tetap prepreabdomen
preabdomen
premature premature

pro- ‘sebelum’, ‘di depan’ tetap proprothalamion
protalamion
prothorax protoraks

proto- ‘pertama’, ‘mula-mula’ tetap protoprotolithic
protolitik
prototype prototype

pseudo-, pseudo- ‘palsu’ tetap pseudo-, pseudopseudomorph
pseudomorf
pseudepigraphy pseudepigrafi

quasi- ‘seolah-olah’, ‘kira-kira’ menjadi kuasiquasi-
historical kuasihistoris
quasi-legislative kuasilegislatif

re- ‘lagi’, ‘kembali’ tetap rereflection
refleksi
rehabilitation rehabilitasi

retro- ‘ke belakang’, ‘terletak di belakang’ tetap retroretroflex
retrofleks
retroperitoneal retroperitoneal

semi- ‘separuhnya’, ‘sedikit banyak’, ‘sebagian’ tetap semisemifinal
semifinal
semipermanent semipermanen

sub- ‘bawah’, ‘di bawah’, ‘agak’, ‘hampir’ tetap subsubfossil
subfosil
submucosa submukosa

super-, sur- ‘lebih dari’, ‘berada di atas’ tetap super-, sursuperlunar
superlunar
supersonic supersonik
surrealism surealisme

supra- ‘unggul’, ‘melebihi’ tetap suprasupramolecular
supramolekular
suprasegmental suprasegmental

syn- ‘dengan’, ‘bersama-sama’, ‘pada waktu’ menjadi sinsyndesmosis
sindesmosis
synesthesia sinestesia

tele- ‘jauh’, ‘melewati’, ‘jarak’ tetap teletelepathy
telepati
telescope teleskop
trans- ‘ke/di seberang’, ‘lewat’, ‘mengalihkan’ tetap transtranscontinental
transkontinental
transliteration transliterasi

tri- ‘tiga’ tetap tritrichromat
trikromat
tricuspid tricuspid

ultra- ‘melebihi’, ‘super’ tetap ultraultramodern
ultramodern
ultraviolet ultraviolet

uni- ‘satu’, ‘tunggal’ tetap uniunicellular
uniseluler
unilateral unilateral

b. Penyesuaian Ejaan Sufiks
Sufiks asing dalam bahasa Indonesia diserap sebagai bagian kata berafiks yang utuh. Kata seperti standardisasi, implementasi, dan objektif diserap secara utuh di samping kata standar, implemen, dan objek. Berikut daftar kata bersufiks tersebut.
-aat (Belanda) menjadi -at
Advocaat advokat
Plaat pelat
Tractaat traktat

-able, -ble (Inggris) menjadi -bel
Variable variabel
Flexible flexible

-ac (Inggris) menjadi -ak
Maniac maniak
Cardiac kardiak
Almanac almanac

-age (Inggris) menjadi -ase
Sabotage sabotase
Arbitrage arbitrase
Percentage persentase

-air (Belanda), -ary (Inggris) menjadi -er
Complementair, complementary komplementer
Primair, primary primer
Secundair, secondary sekunder

-al (Inggris) menjadi -al
Credential kredensial
Minimal minimal
Mational nasional

-ance, -ence (Inggris) menjadi –ans, -ens
Ambulance ambulans
Conductance konduktans
Termophosphorescence termosfosforensens
Thermoluminescence termoluminesens

-ancy, -ency (Inggris) menjadi –ansi, -ensi
Efficiency efisiensi
Frequency frekuensi
Relevancy relevansi

-anda, -end, -andum, -endum (Belanda, Inggris) menjadi –anda, -en, -andum, -endum
Propaganda propaganda
Divindend dividen
Memorandum memorandum
Referendum referendum

-ant (Belanda, Inggris) menjadi -an
Accountant akuntan
Informant informan
Dominant dominan

-ar (Inggris) menjadi –ar, -er
Curricular kurikuler
Solar solar

-archie (Belanda), -archy (Inggris) menjadi -arki
Anarchie, anarchy anarki
Monarchie, monarchy monarki

-ase, -ose (Inggris) menjadi -ase, -osa
Amylase amilase
Dextrose dekstrosa

-asme (Belanda), asm (Inggris) menjadi -asme
Sarcasm, sarcasm sarkasme
Pleonasme, pleonasm pleonasme

-ate (Inggris) menjadi -at
Emirate emirat
Private privat

-atie (Belanda), -(a)tion (Inggris) menjadi -(a)si
Actie, action aksi
Publicatie, publication publikasi

-cy (Inggris) menjadi -asi, -si
Accountancy akuntansi
Accuracy akurasi

-eel (Belanda) yang tidak ada padanan dalam bahasa Inggris menjadi -el
Materieel materiel
Moreel morel
Principieel prinsipiel

-eel, aal (Belanda), -al (Inggris) menjadi -al
Formeel, formal formal
Ideaal, ideal ideal
Materiaal,material material

-et, ette (Inggris) menjadi -et
Duet duet
Cabinet kabinet
Cassette kaset

-eur (Belanda), -or (Inggris) menjadi -ur
Amateur amatir
Importeur importer
-eur (Belanda) menjadi -ur
Conducteur, conductor kondektur
Directeur, director direktur
Inspecteur, inspector inspektur

-eus (Belanda) menjadi -us
Mesterieus misterius
Serieus serius

-ficatie (Belanda), -fication (Inggris) menjadi -fikasi
Specificatie, specification spesifikasi
Unificatie, unification unifikasi

-fiek (Belanda), -fic (Inggris) menjadi -fik
Specifiek, specific spesifik
Honofifiek, honorific honorific

-iek (Belanda), -ic, -ique (Inggris) menjadi -ik
Perodiek, periodic periodik
Numeriek, numeric numerik
Uniek, unique unik
Techniek, technique teknik

-isch (Belanda), -ic, -ical (Inggris) menjadi -is
Optimistisch, optimistic optimistis
Allergisch, allergic alergis
Symbolisch, symbolical simbolis
Practisch, practical praktis

-icle (Inggris) menjadi -ikel
Article artikel
Particle partikel

-ica (Belanda), -ics (Inggris) menjadi –ika, -ik
Mechanica, mechanics mekanika
Phonetics fonetik

-id, -ide (Inggris) menjadi –id, -ida
Chrysalid krisalid
Oxide oksida
Chloride klorida

-ief (Belanda), -ive (Inggris) menjadi -if
Demonstratief, demonstrative demonstratif
Descriptief, descriptive deskriptif
Depressief, depressive depresif

-iel (Belanda), -ile, -le (Inggris) menjadi -il
Kawrtiel, quartile kuartil
Percentile, percentile persentil
Stabile, stable stabil

-iet (Belanda), -ite (Inggris) menjadi -it
Favorite, favorite favorit
Dolomite, dolomite dolomit
Stalactite, stalactite stalaktit

-in (Inggris) menjadi -in
Penicillin penisilin
Insulin insulin
Protein protein

-ine (Inggris) menjadi –in, -ina
Cocaine kokain
Quarantine karantina

-isatie (Belanda), -ization (Inggris) menjadi -isasi
Naturalisatie, naturalization naturalisasi
Socialisatie, socialization sosialisasi

-isme (Belanda), -ism (Inggris) menjadi -isme
Expressionism, expressionism ekspresionisme
Modernism, modernism modernism

-ist (Belanda, Inggris) menjadi -is
Extremist ekstremisme
Receptionist resepsionis

-iteit (Belanda), -ity (Inggris) menjadi -itas
Faciliteit, facility falisitas
Realiteit, reality realitas

-logie (Belanda), -logy (Inggris) menjadi -logi
Analogie, analogy analogi
Technologie, technology teknologi

-loog (Belanda), -logue (Inggris) menjadi -log
Catalog, catalogue katalog
Dialog, dialogue dialog

-lyse (Belanda), -lysis (Inggris) menjadi -lisis
Analyse, analysis analisis
Paralyse, paralysis paralisis

-oide (Belanda), -oid (Inggris) menjadi -oid
Anthropoide, anthropoid antropoid
Metalloide, metalloid metalloid

-oir(e) (Belanda) menjadi -oar
Repertoire repertoar
Trottoir trotoar

-or (Inggris) menjadi -or
Corrector korektor
Dictator dictator

-ous (Inggris) ditinggalkan
Amorphous amorf
Polysemous polisem

-se (Belanda), -sis (Inggris) menjadi -sis
Synthese, synthesis sintesis
Anamnese, anamnesis anamnesis

-teit (Belanda), -ty (Inggris) menjadi -tas
Qualiteit, quality kualitas
Universiteit, university universitas

-ter (Belanda), -tre (Inggris) menjadi -ter
Diameter, diameter diameter
Theater, theatre teater

-uur (Belanda), -ure (Inggris) menjadi -ur
Proceduur, procedure prosedur
Structuur, structure struktur

-y (Inggris) menjadi -i
Monarchy monarki
philosophy filosofi

Istilah bahasa Indonesia dapat dibentuk dengan menerjemahkan dan menyerap istilah asing sekaligus.
Misalnya :
Bound morpheme  morfem terikat
Clay colloid             koloid lempung
Subdivision            subbagian

2. 5 Perekaciptaan Istilah
Kegiatan ilmuwan, budayawan dan seniman yang bergerak di baris terdepan ilmu, teknologi, dan seni dapat mencetuskan konsep yang belum ada selama ini. Istilah baru untuk mengungkapkan konsep itu dapat direkacipta sesuai dengan lingkungan dan corak bidang kegiatannya. Misalnya, rekacipta istilah fondasi cakar ayam, penyangga sosrobahu, plasma inti rakyat, dan tebang pilih Indonesia telah masuk ke dalam khazanah peristilahan.Bhineka tunggal ika, batik,pemantapan. Konsep dan istilah yang berasal dari nusantara
Secara langsung
Pencakar langit (skyscraper)
Kawasan berikat (bonded zone)
Penerjemahan
Dengan perekaan
Jasa boga (catering)
Sintas (survive)
Pasar swalayan (supermarket)
Dengan penyesuaian ejaan dan lafal
Konsep yang sudah ada
Kamera (camera)
Mikrofon (microphone)
Dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal
KODIFIKAS Pema-danan Penyerap-an I, Konsep yang berasal dari mancanegara
KONSEP
Desain         (design)
Fail              (fail)

2. 6 Pembakuan dan Kodifikasi Istilah
Istilah yang diseleksi lewat pemantapan, penerjemahan, penyerapan, dan perekaciptaan dibakukan lewat kodifikasi yang mengusahakan keteraturan bentuk seturut kaidah dan adat pemakaian bahasa. Kodifikasi itu tercapai dengan tersusunnya sistem ejaan, buku tata bahasa, dan kamus yang merekam dan menetapkan bentuk bakunya.

2.7 Bagan Prosedur Pembakuan Istilah
Prosedur pembakuan istilah dapat dilihat pada bagan berikut
Bias             (bias)
Nasal           (nasal)
Tanpa penyesuaian ejaan dengan penyesuaian lafal Konsep yang baru
Allegro modertor
Esprit de corps
Internet (internet)
Orbit (orbit)
Tanpa penyesuaian ejaan dan lafal
Koloid lmpung (clay colloid)
Morfem terikat (bound morpheme)
Penerjemahan dan penyerapan Konsep dan istilah yang berasal dari nusantara
(fondasi) cakar ayam
(penyangga) sosrobahu








Ditulis Oleh : Saefu Zaman Hari: 17.21 Kategori:

0 comments: