Penilaian Kinerja Guru

Penilaian Kinerja Guru

Penilaian kinerja guru dilakukan untuk mengevaluasi kinerja guru dalam memberikan pembelajaran di dalam kelas. Ada beberapa hal yang menjadi acuan penilaian kinerja guru, baik itu dalam hal persiapan ataupun pelaksanaan pembelajaran. Berikut beberapa hal yang menjadi acuan penilaian kinerja guru:

Ada beberapa hal dalam penilaian guru yang harus diperhatikan, antara lain:

A. Perencanaan pembelajaran

1. Merumuskan tujuan pembelajaran

Perumusan tujuan pembelajaran meliputi:

a. Merumuskan kompetensi dasar/indikator hasil belajar.

Dalam merumuskan kompetensi dasar/ indikator perumusan dinyatakan dengan jelas agar tidak menimbulkan tafsiran ganda. Rumusan mengandung perilaku (behavior) yang dapat dicapai siswa. Susunan rumusan kompetensi dasar terurut secara logis (dari yang mudah ke yang sukar), dari yang sederhana ke yang kompleks, dari yang konkret ke yang abstrak, dan dari berfikir tingkat rendah sampai tingkat tinggi.

b. Merancang dampak pengiring berbentuk kecakapan hidup (life skill)

Dampak pengiring berbentuk kecakapan hidup hendaknya tertuang di dalam rencana pembelajaran.

Dampak pengiring dianggap operasional apabila sesuai dengan kegiatan pembelajaran.


2. Mengembangkan dan mengorganisasikan materi, media (alat bantu pembelajaran), dan sumber belajar.

a. Mengembangkan dan mengorganisasikan materi pembelajaran

Dalam mengembangkan dan mengorganisasikan materi pembelajaran, perlu dipertimbangkan deskriptor-deskriptor sebagai berikut :

· Cakupan materi (keluasan dan kedalaman).

· Sistematika materi.

· Kesesuaian dengan kemampuan dan kebutuhan siswa

· Kemutakhiran (kesesuaian dengan perkembangan terakhir dalam bidangnya).

b. Menentukan dan mengembangkan media pembelajaran.

Yang dimaksud dengan media adalah segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memudahkan siswa belajar (misalnya: gambar, model benda asli dan peta).

c. Memilih sumber belajar

Sumber belajar dapat berupa nara sumber, buku paket, buku pelengkap, museum, lingkungan, laboratorium, dan sebagainya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sumber belajar antara lain:

· Kesesuaian sumber belajar dengan tujuan.

· Kesesuaian sumber belajar dengan tingkat perkembangan siswa.

· Kesesuaian sumber belajar dengan materi yang akan diajarkan.

· Kesesuaian sumber belajar dengan lingkungan siswa (kontekstual).


3. Merencanakan skenario kegiatan pembelajaran

a. Menentukan jenis kegiatan pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dapat berupa mendengarkan penjelasan guru, observasi, diskusi, belajar kelompok, simulasi, melakukan percobaan, membaca, dan sebagainya.

Penggunaan lebih dari satu jenis kegiatan pembelajaran sangat diharapkan dengan maksud agar perbedaan individual siswa dapat dilayani dan kebosanan siswa dapat dihindari.





Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun egiatan pembelajaran antara lain :

· sesuai dengan tujuan,
· sesuai dengan bahan yang akan diajarkan,
· sesuai dengan perkembangan anak,
· sesuai dengan waktu yang tersedia,
· sesuai dengan media dan sumber belajar yang tersedia,
· bervariasi (multi metode),
· memungkinkan terbentuknya dampak pengiring yang direncanakan,
· memungkinkan keterlibatan siswa secara optimal
· memberikan peluang terjadinya proses inquiry pada siswa

b. Menyusun langkah-langkah pembelajaran

Langkah-langkah pembelajaran adalah tahap-tahap pembelajaran yang direncanakan guru sejak awal sampai akhir pembelajaran.

c. Menentukan alokasi waktu pembelajaran

Alokasi waktu pembelajaran adalah pembagian waktu untuk setiap tahapan/ jenis kegiatan dalam suatu pertemuan.

Untuk menilai butir ini perlu diperhatikan penyediaan waktu bagi kegiatan pembukaan, inti, dan penutup sebagaimana tampak pada deskriptor sebagai berikut.

d. Menentukan cara-cara memotivasi siswa

Memotivasi siswa adalah upaya guru untuk membuat siswa belajar secara aktif.

Cara yang dapat dilakukan agar siswa termotivasi mengikuti pembelajaran:

· Mempersiapkan pembukaan pembelajaran seperti bahan pengait, penyampaian tujuan, yang menarik bagi siswa.
· Mempersiapkan media yang menarik.
· Menetapkan jenis kegiatan yang mudah diikuti siswa serta menantang siswa berfikir.
· Melibatkan siswa dalam kegiatan.

e. Menyiapkan pertanyaan (perintah)

Pertanyaan (termasuk kalimat perintah) yang dirancang dapat mencakup :
(1) pertanyaan tingkat rendah yang menuntut kemampuan mengingat dan
(2) pertanyaan tingkat tinggi yang menuntut kemampuan memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi.

Pertanyaan yang disiapkan guru dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Guru menyiapkan pertanyaan untuk menilai/memotivasi siswa pada tahap pembukaan, selama proses belajar dan pada penutupan pembelajaran.

4. Merancang pengelolaan kelas

a. Menentukan penataan latar (seting) pembelajaran

Penataan latar pembelajaran mencakup persiapan dan pengaturan ruangan dan fasilitas (tempat duduk, perabot dan alat pelajaran) yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Hal yang perlu dilakukan dalam menata latar pembelajaran yaitu:

· Penataan latar (seting) pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran.
· Penataan latar (seting) pembelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan (perbedaan invidual) siswa.
· Penataan latar pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu.
· Penataan latar pembelajaran sesuai dengan lingkungan

b. Menentukan cara-cara pengorganisasian siswa agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.

Yang dimaksud dengan pengorganisasian siswa adalah kegiatan guru dalam menentukan pengelompokan, memberi tugas, menata alur kerja, dan cara kerja sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

· Pengaturan pengorganisasian siswa (individu dan atau kelompok, dan atau klasikal),
· Penugasan yang harus dikerjakan,
· Alur dan cara kerja yang jelas,
· Kesempatan bagi siswa untuk mendiskusikan hasil tugas.

5. Merencanakan prosedur, jenis dan menyiapkan alat penilaian.

a. Menentukan prosedur dan jenis penilaian

Prosedur penilaian meliputi :

· penilaian awal
· penilaian dalam proses
· penilaian akhir

Jenis penilaian meliputi :

· tes lisan
· tes tertulis
· tes perbuatan

b. Membuat alat penilaian dan kunci jawaban.

Alat penilaian dapat berbentuk pertanyaan, tugas, dan lembar observasi, sedangkan kunci jawaban dapat berupa jawaban yang benar atau rambu-rambu jawaban.

6. Tampilan dokumen rencana pembelajaran

a. Kebersihan dan kerapian

Kebersihan dan kerapian rencana pembelajaran dapat dilihat dari penampilan fisik rencana pembelajaran.

Kebersihan dan kerapian dilihat dari hal-hal berikut:

· Tulisan dapat dibaca dengan mudah.
· Tulisan ajeg (konsisten)
· Tampilan bersih (tanpa coretan atau noda) dan menarik.
· Ilustrasi tepat

b. Penggunaan bahasa tulis

Bahasa tulis yang digunakan dalam rencana pembelajaran hendaknya mengikuti kaidah bahasa tulis.

Penggunaan bahasa yang baik meliputi:

· Bahasa komunikatif.
· Pilihan kata tepat.
· Struktur kalimat baku.
· Cara penulisan sesuai dengan EYD.

B. Pelaksanaan pembelajaran

1. Mengelola ruang dan fasilitas pembelajaran

a. Menyiapkan ruang, media pembelajaran, dan sumber belajar

Indikator ini meliputi penyiapan media pembelajaran dan sumber belajar yang dimanfaatkan guru dalam kelas.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola ruang dan fasilitas pembelajaran yaitu:

· Media pembelajaran yang diperlukan tersedia.

§ Media pembelajaran mudah dimanfaatkan.
§ Sumber belajar yang diperlukan tersedia.
§ Sumber belajar mudah dimanfaatkan

b. Melaksanakan tugas harian kelas

Tugas-tugas harian kelas mungkin berhubungan atau tidak berhubungan langsung dengan pembelajaran. Pelaksanaan tugas harian kelas yang efektif dan efisien sangat menunjang proses pembelajaran.

Tugas harian yang perlu diperhatikan guru antara lain:

· Ketersediaan alat tulis (kapur, spidol) dan penghapus.
· Pengecekan kehadiran siswa.
· Kebersihan dan kerapian papan tulis, pakaian siswa, dan perabotan kelas.
· Kesiapan alat-alat pelajaran siswa serta kesiapan siswa mengikuti pelajaran.

2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran

a. Memulai kegiatan pembelajaran

Kegiatan memulai pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam rangka menyiapkan fisik dan mental siswa untuk mulai belajar.

Yang perlu dilakukan dalam memulai pembelajaran antara lain:

· Memotivasi siswa dengan mengajukan pertanyaan yang menantang atau menceritakan peristiwa yang sedang hangat.
· Mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa ( apersepsi ).
· Memberikan acuan dengan cara mengambarkan garis besar materi dan kegiatan.
· Menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

b. Melaksanakan jenis kegiatan yang sesuai dengan tujuan, kondisi siswa, situasi kelas, dan lingkungan (kontekstual).

Point ini menunjukkan tingkat kesesuaian antara jenis kegiatan pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, kebutuhan siswa, perubahan situasi yang dihadapi, dan lingkungan.

Hal yang perlu diperhatikan !

· Kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan dan hakikat materi pembelajaran.
· Kegiatan pembelajaran sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan siswa.
· Kegiatan pembelajaran terkoordinasi dengan baik (guru dapat mengendalikan pelajaran, perhatian siswa terfokus pada pelajaran, disiplin kelas terpelihara).
· Kegiatan pembelajaran bersifat kontekstual (sesuai tuntutan situasi dan lingkungan).

c. Menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, kondisi siswa, dan tuntutan situasi serta lingkungan (kontekstual).

Point ini memusatkan perhatian kepada penggunaan media pembelajaran yang dipergunakan guru dalam kelas.

d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam urutan yang logis.

Hal ini digunakan untuk menentukan apakah guru dapat memilih dan mengatur secara logis kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan satu dengan dengan yang lain merupakan tatanan yang runtun.

Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai hal tersebut adalah:

· Kegiatan disajikan dari mudah ke sukar.
· Kegiatan yang disajikan berkaitan satu dengan yang lain.
· Kegiatan bermuara pada kesimpulan.
· Ada tindak lanjut yang dapat berupa pertanyaan, tugas-tugas atau PR pada akhir pelajaran.

e. Melaksanakan kegiatan pembelajaran secara individual, kelompok atau klasikal.

Dalam pembelajaran, variasi kegiatan yang bersifat individual, kelompok atau klasikal sangat penting dilakukan untuk memenuhi perbedaan individual siswa dan/ atau membentuk dampak pengiring yang meliputi:

· Pelaksanaan kegiatan klasikal, kelompok atau individual, sesuai dengan tujuan/ materi/ kebutuhan siswa.
· Pelaksanaan kegiatan klasikal, kelompok atau individual sesuai dengan waktu dan fasilitas pembelajaran.
· Perubahan dari kegiatan individual ke kegiatan kelompok, klasikal ke kelompok atau sebaliknya berlangsung dengan lancar.
· Peran guru sesuai dengan jenis kegiatan (klasikal, kelompok atau individual) yang sedang dikelola.
· Dalam setiap kegiatan (klasikal, kelompok atau individual) siswa terlibat secara optimal.
· Guru melakukan perubahan kegiatan sesuai kebutuhan supaya tidak terjadi stagnasi.

f. Mengelola waktu pembelajaran secara efisien.

Maksudnya hal ini mengacu kepada pemanfaatan secara optimal waktu pembelajaran yang telah dialokasikan. Yang termasuk dalam pengelolaan waktu secara efisien antara lain:


· Pembelajaran dimulai tepat waktu.
· Pembelajaran diakhiri tepat waktu
· Pembelajaran dilaksanakan sesuai perincian waktu yang ditentukan.
· Pembelajaran dilaksanakan sampai habis waktu yang telah dialokasikan.
· Tidak terjadi penundaan kegiatan selama pembelajaran.
· Tidak terjadi penyimpangan waktu selama pembelajaran.

3. Mengelola interaksi kelas

a. Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan isi pembelajaran.

Indikator ini digunakan untuk menilai kemampuan guru dalam menjelaskan secara efektif konsep, ide, dan prosedur yang bertalian dengan isi pembelajaran.

Penilaian perlu mengamati reaksi siswa agar skala penilaian dapat ditentukan secara tepat.

b. Menangani pertanyaan dan respon siswa.

Indikator ini merujuk kepada cara guru menangani pertanyaan dan komentar siswa.

c. Menggunakan ekspresi lisan, tulisan, dan isyarat, termasuk gerakan badan.

Indikator ini mengacu pada kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan bahasa lisan, tulisan, dan isyarat termasuk gerakan badan. Secara terperinci meliputi:

· Pembicaraan lancar.
· Pembicaraan dapat dimengerti.
· Materi yang tertulis di papan tulis atau di kertas manila (berupa tulisan dan atau gambar) dan lembar kerja dapat dibaca dengan jelas.
· Isyarat termasuk gerakan badan tepat.

d. Memicu dan mempertahankan keterlibatan siswa.

Indikator ini memusatkan perhatian pada prosedur dan cara yang digunakan guru dalam mempersiapkan, menarik minat, dan mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran.

Yang termasuk dalam indikator ini adalah:

· Membantu siswa mengingat kembali pengalaman atau pengetahuan yang sudah diperolehnya.
· Mendorong siswa yang pasif untuk berpartisipasi.
· Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka yang mampu menggali reaksi siswa.
· Merespon/ menanggapi secara positif siswa yang berpartisipasi.

e. Memantapkan penguasaan materi pembelajaran.

Indikator ini berkaitan dengan kemampuan guru memantapkan penguasaan materi pembelajaran dengan cara merangkum, meringkas, mereview (meninjau ulang), dan sebagainya. Kegiatan ini dapat terjadi beberapa kali selama proses pembelajaran.

4. Bersikap terbuka dan luwes serta membantu mengembangkan sikap positif siswa terhadap belajar.

a. Menunjukkan sikap ramah, hangat, luwes, terbuka, penuh pengertian, dan sabar kepada siswa.

Indikator ini mengacu kepada sikap guru yang ramah, hangat, luwes, terbuka, penuh pengertian, dan sabar kepada siswa. secara rinci sikap di atas tercermin dari:

· Menampilkan sikap bersahabat kepada siswa. *)
· mengendalikan diri pada waktu menghadapi siswa yang berperilaku kurang sopan/negatif *)
· Menggunakan kata-kata atau isyarat yang sopan dalam menegur siswa. *)
· Menghargai setiap perbedaan pendapat, baik antar siswa, maupun antara guru dengan siswa. *)

*)1 Ada kemungkinan, tindakan sebagaimana dimaksud deskriptor b, c, dan d tidak dilakukan, karena perkembangan keadaan memang tidak menuntut dilakukannya tindakan dimaksud. Oleh karena itu, dalam penilaian terhadap indikator 4.1. ini, mohon dilakukan salah satu dari alternatif berikut : (1) apabila keadaan tidak menuntut tindakan b, c, dan d, sehingga deskriptor tersebut sama sekali tidak muncul, maka praktikan dianggap telah melakukan tindakan a, b, c, dan d, dengan nilai maksimal yaitu 4, (2) apabila keadaan menuntut tindakan b, c, atau d, sehingga salah satu atau lebih deskriptor tersebut muncul, maka praktikan diberi nilai 1 untuk setiap tindakan tepat yang dilakukannya, dan (3) apabila keadaan menuntut tindakan b, c, atau d, namun ditangani tidak sesuai dengan semangat deskriptor yang bersangkutan, maka praktikan dianggap belum mampu melakukan tindakan b, c, atau d, sehingga tidak diberi nilai untuk tindakan salah yang dilakukan itu.

b. Menunjukkan kegairahan belajar.

Indikator ini mengukur tingkat kegairahan mengajar. Tingkat kegairahan ini dapat diperhatikan melalui wajah, nada, suara, gerakan, isyarat, dan sebagainya.

Kegairahan belajar ditunjukan guru dengan:

· Pandangan mata dan ekspresi wajah.
· Nada suara pada bagian pelajaran penting.
· Cara mendekati siswa dan memperhatikan hal yang sedang dikerjakan.
· Gerakan atau isyarat pada bagian pelajaran yang penting.

c. Mengembangkan hubungan antar-pribadi yang sehat dan serasi.

Indikator ini mengacu kepada sikap mental guru terhadap hal-hal yang dirasakan dan dialami siswa ketika mereka mengahapi kesulitan.


d. Membantu siswa menyadari kelebihan dan kekurangannya.

Indikator ini mengacu kepada sikap dan tindakan guru dalam menerima kenyataan tentang kelebihan dan kekurangan setiap siswa.

Hal yang perlu diperlihatkan yaitu:

· Menghargai perbedaan individual setiap siswa.
· Memberikan perhatian kepada siswa yang menampakkan penyimpangan (misalnya cacat fisik, pemalu, agresif, pembohong).
· Memberikan tugas tambahan kepada siswa yang memiliki kelebihan dalam belajar atau membantu siswa yang lambat belajar.
· Mendorong kerja sama antar siswa yang lambat dan yang cepat dalam belajar.

e. Membantu siswa menumbuhkan kepercayaan diri.

Indikator ini mengacu kepada usaha guru membantu siswa menumbuhkan rasa percaya diri, antara lain:

· Mendorong siswa agar berani mengemukakan pendapat sendiri.
· Memberi kesempatan kepada siswa untuk memberikan alasan tentang pendapatnya.
· Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memimpin.
· Memberi pujian kepada siswa yang berhasil atau memberi semangat kepada siswa yang belum berhasil.

5. Mendemostrasikan kemampuan khusus dalam pembelajaran mata pelajaran tertentu.

Guru mampu memberi demonstrasi terhadap apa yang diajarkanya kepada siswa sehingga siswa mamiliki gambaran tentang apa yang dipelajari atau yang akan dikuasainya.

6. Melaksanakan evaluasi proses hasil belajar.

a. Melaksanakan penilaian selama proses pembelajaran.

Penilaian dalam proses pembelajaran bertujuan mendapatkan balikan mengenai tingkat pencapaian tujuan selama proses pembelajaran.

b. Melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran.

Penilaian pada akhir proses pembelajaran bertujuan mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

7. Kesan umum kinerja guru/ calon guru

a. Keefektifan proses pembelajaran

Indikator ini mengacu kepada tingkat keberhasilan guru dalam mengelola pembelajaran sesuai dengan perkembangan proses pembelajaran. keefektifan pembelajaran tercermin dari:

· Pembelajaran lancar.
· Suasana kelas terkendali sesuai dengan rencana.
· Suasana kelas terkendali melalui penyesuaian.
· Mengarah kepada terbentuknya dampak pengiring (misalnya ada kesempatan bagi siswa untuk dapat bekerja sama, bertanggung jawab, tenggang rasa).

b. Penggunaan bahasa Indonesia lisan.

Indikator ini mengacu kepada kemampuan guru dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Hal ini terlihat dari:

· Ucapan jelas dan mudah dimengerti.
· Pembicaraan lancar (tidak tersendat-sendat).
· Menggunakan kata-kata baku (membatasi penggunaan kata-kata daerah atau asing).
· Berbicara dengan menggunakan tata bahasa yang benar.

c. Peka terhadap kesalahan berbahasa siswa.

Guru perlu menunjukkan rasa peka terhadap kesalahan berbahasa, agar siswa terbiasa menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Rasa peka dapat ditunjukkan dengan berbagai cara seperti menegur, menyuruh, memperbaiki atau menanyakan kembali.

d. Penampialan guru dalam pembelajaran.

Indikator ini mengacu kepada penampilan guru secara keseluruhan dalam mengelola pembelajaran (fisik, gaya mengajar, dan ketegasan). Terlihat dari:

· Berbusana rapi dan sopan.
· Suara dapat didengar oleh seluruh siswa dalam kleas yang bersangkutan.
· Posisi bervariasi (tidak terpaku pada satu tempat).
· Tegas dalam mengambil keputusan.


Demikian pembahasan tentang Penilaian Kinerja Guru Semoga bermanfaat.
 
***




Ditulis Oleh : Saefu Zaman Hari: 19.19 Kategori:

4 comments:

Anonim mengatakan...

semoga bisa "digugu lan ditiru"....

Saefu Zaman mengatakan...

semoga saja demikian...

maemunah mulyaningsih mengatakan...

Ternyata tugas guru yang profesional itu cukup sulit .aturan seperti itu sebenarnya sudah dilaksanakan sejak dulu hanya namanya saja berbeda ,tapi kami sebagai guru sudah komitmen ,apapun yang terjadi sudah harus dihadapi,karena itu tugas dan kewajiban seorang guru yang profesional.Ini semua juda demi kebaikan dan kepentingan guru untuk mengubah paradigma dan mindset bahwa guru itu tidak sekedar tenaga pengajar saja tapi memiliki kompetensi yang kompleks ,sehingga akan muncul sosok para guru yang berkualitas dan berdedikasi serta meiliki kepiawaian dalam mengelola sistem pembelajaran.

maemunah mulyaningsih mengatakan...

Ternyata tugas guru yang profesional itu cukup sulit .aturan seperti itu sebenarnya sudah dilaksanakan sejak dulu hanya namanya saja berbeda ,tapi kami sebagai guru sudah komitmen ,apapun yang terjadi sudah harus dihadapi,karena itu tugas dan kewajiban seorang guru yang profesional.Ini semua juda demi kebaikan dan kepentingan guru untuk mengubah paradigma dan mindset bahwa guru itu tidak sekedar tenaga pengajar saja tapi memiliki kompetensi yang kompleks ,sehingga akan muncul sosok para guru yang berkualitas dan berdedikasi serta meiliki kepiawaian dalam mengelola sistem pembelajaran.