Kerajaan PSSI

(Sedikit Opini)
“lucu sekali kejadian yang sedang menimpa dunia persepakbolaan Indonesia”, mungkin itulah yang banyak orang sekarang pikirkan. Di tengah era demokrasi yang sangat luar biasa ternyata masih bisa seoarang pemimpin organisasi bertahan walaupun sudah mendapat hujatan dari ribuan masyarakat. (Luar Biasa…..).

PSSI sudah layaknya sebuah kerajaan yang tak surut oleh teriakkan dan hujatan. Bahkan seorang Mentri pun tak dapat menggoyahkan dengan imbauan atau bahkan intervensinya, KPK yang biasa menyeret pejabat pun seperti dibuat tak berdaya. Masyarakat yang ber”aksi” dan turun ke jalan pun sampai saat ini dibuat sia-sia. Padahal mereka jelas berada dalam NKRI yang merdeka, yang berdasarkan Hukum yang memiliki UU peraturan dan yang terbesar adalah rakyatnya. Itulah yang membuat saya berdecak kagum pada kedaulatan mereka.

Bagaimana mungkin sebuah organisasi bisa benar-benar bebas dari aturan pemerintah padahal mereka menetek pada pemerintah? Saya jadi teringat pada Sule dalam OVJ, mungkin yang paling cocok untuk menggambarkan ketua umum PSSI saat ini adalah Sule ketika bermain dalam OVJ. Dia tak pernah kalah ketika benar ataupun salah, dia tak pernah jatuh walau didorong ataupun dipojokkan, dia pun tak perlu patuh walau sesuai scenario (aturan) ataupun hanya membuat gaduh, tapi untung Sule hanya dalam OVJ. Yang hanya dagelan guyonan bukan kekuasan persepakbolaan.
Tanpa memperhatikan benar atau salah, berhasil atau tidak, dan sukses atau gagal karena itu bisa berbeda pada tiap sudut pandang sepertinya memang harus ada kelegowoan untuk melepas kekuasaan. Memang ada opsi lain yaitu intervensi penuh dari pemerintah dengan melakukan Reformasi di dalam tubuh PSSI tapi itu pun bukan opsi yang baik untuk menyelamatkan “sepak bola kita”. Mungkin yang dapat menyelamatkan “sepak bola” kita sekarang hanyalah rasa malu dari hujatan orang dan keikhlasan melepas jabatan, terlepas dari benar salah tuduhan dan hujatan yang ada.
Tapi,,
Seandainya “pengurus PSSI sekarang” dapat bertahan, secara pribadi saya hanya dapat terkagum-kagum, tertawa, dan menggeleng kepala. Dia lebih kuat dari kekuasaan yang paling dahsyat di Indonesia yang masih dapat runtuh oleh massa “98 dalam mempertahankan kekuasaan.




Ditulis Oleh : Saefu Zaman Hari: 13.41 Kategori:

0 comments: